Kepala DKP Paparkan Potensi Sumbawa di Universitas 45 Mataram

222

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbawa Ir Dirmawan MM diberi kesempatan menyampaikan kuliah umum dihadapan  civitas akademika Universitas 45 Mataram, Selasa (30/04).

Dalam makalahnya, Ir Dirmawan memaparkan berbagai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan Kabupaten Sumbawa, sehingga dapat dijadikan refrensi bagi para mahasiswa.

Dirmawan, sapaan akrab pejabat senior Pemda Sumbawa ini, kepada media ini menyatakan apresiasi mendalam kepada Civitas Akademika Universitas 45 Mataram yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk menyampaikan kuliah umum bagi para mahasiswa terkait sumberdaya kelautan dan perikanan Kabupaten Sumbawa yang disambut antusias para mahasiswa.

Berbicara soal sumberdaya kelautanan dan perikanan Sumbawa terang Dirmawan, Sumbawa yang memiliki luas wilayah meliputi luas daratan 6.643,98 Km2 (32,96% dari daratan NTB), dengan luas perairan laut mencapai 3.831,72 Km2 (13,14 % dari luas perairan NTB), memiliki panjang garis pantai 982 kilometer, terdapat 24 Kecamatan, 8 Kelurahan dan 157 Desa, serta 542 Dusun.

18 Kecamatan diantaranya merupakan Kecamatan pesisir (75%), 63 Desa/Kelurahan pesisir, dan terdapat 63 pulau-pulau kecil dengan 6 pulau berpenghuni (Pulau Bungin, Pulau Kaung, Pulau Medang, Pulau Moyo, Ngali dan Tapan), dengan jumlah penduduk yang tinggal dipesisir sebanyak 366.398 jiwa (86% dari total penduduk Sumbawa yang mencapai jumlah 513.032 jiwa), disamping luas perairan Teluk Saleh 212.300 hektare dengan panjang pantai 382 Mil (561,1 Km).

Dirmawan juga menjelaskan Sumbawa sebagai Kabupaten kepulauan memiliki posisi strategis, karena diapit oleh Laut Flores dan Samudera Hindia serta terdapat Teluk Saleh yang menyimpan kekayaan sumberdaya hayati dan non hayati, merupakan daerah lintas perdagangan (Surabaya, Bali, Lombok, Sumbawa, Bima dan NTT), dengan lintas wisata bahari (Bali, Lombok, Pulau Keramat, Pulau Moyo, Labuan Jambu terdapat hiu paus, Bima dan NTT).

“Sumbawa memiliki berbagai komoditi unggulan berupa rumput laut, garam, kopi, madu, wisata dan jasa, jagung, sapi, kerbau, kambing, kemiri, perikanan tangkap, udang, jambu mente maupun wisata bahari yang tersebar pada 24 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa, “ paparnya.

Bahkan, jika dilihat dari potensi unggulan dan nilai ekonomi kawasan Teluk Saleh-Moyo-Tambora sambung Dirmawan, dengan potensi arel dan produksi terdiri dari perikanan tangkap 2.400 ton/tahun, tambak seluas 8.600 hektare, budidaya rumput laut 9.000 hektare, budidaya ikan bersirip 9.800 hektare dan budidaya mutiara 7.400 hektare, dengan species langka (penyu hijau, duyung dll), kawasan pariwisata (diving, sonckling, hiking, hunting area, dana satonda, geowisata, camping groud, agrowisata, ranch area dan pacuan kuda), dengan perkiraan nilai produksi total pertahun sekitar Rp 11,608 trilyun terdiri dari rumput laut Rp 3,6 Trilyun, udang Rp 5,16 Trilyun, ikan kerapu dll Rp 2,8 Trilyun dan perikanan tangkap Rp 4,8 Miliar, dengan jumlah serapan tenaga kerja meliputi sektor pariwisata dan pendukungnya 14.935 orang dan ketahanan pangan 70.884 orang.

Karena itu, Pemkab Sumbawa melalui DKP Sumbawa telah menetapkan 10 sektor ekonomi kelautan dan perikanan yang akan terus berupaya dikembangkan dan dioptimalkan meliputi perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bio teknologi kelautan, energi sumber daya mineral, pariwisata bahari, perhubungan laut, SD wilayah PPK, industri dan jasa maritim serta industri garam.

“Dari Sumbawa kita membangun poros maritim Indonesia, karena itu dukungan semua pihak sangat kami harapkan untuk bisa mewujudkan hal itu,” pungkasnya.