Partisipasi Aktif Upatma pada Konservasi Hiu & Pari di NTB

53

Kamis (10/07) | Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi (DKP) NTB membuat terobosan dalam penyusunan rencana aksi pengelolaan perikanan (RAPP) hiu dan pari. Penyusunan RAPP dilakukan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan melalui kegiatan konsultasi publik. Pesertanya berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, DKP, perguruan tinggi,, dan LSM, serta nelayan dan pedagang pengumpul ikan hiu dari Tanjung Luar.

Kegiatan yang diinisiasi oleh WCS dan DKP ini menginformasikan kondisi terkini perikanan hiu dan pari di Tanjung Luar yang dipaparkan oleh para pakar, nelayan, dan pedagang pengumpul ikan hiu. Masalah yang dihadapi nelayan perikanan hiu adalah rendahnya harga hiu, rumpon dipasang di wilayah perairan pesisir (12 mil laut), dan penolakan sebagian kecil produk hiu dari Tanjung Luar di pasar interseluler. Untuk itu, telah didiskusikan upaya mengatasi permasalahan tersebut.

Dr. Evron Asrial (Rektor Upatma), anggota Pokja Pengelolaan Perikanan Hiu dan Pari Berkelanjutan Provinsi NTB, mengusulkan strategi improvisasi harga jual ikan hiu melalui penyempurnaan sistem lelang ikan dan mengundang lebih banyak lagi pedagang pengumpul ikan hiu ke Tanjung Luar. Strategi lainnya yang diusulkan Dr. Darmadi (KKP) adalah improvisasi mutu daging ikan hiu melalui perbaikan sistem pengawetan ikan hiu melalui perbaikan sistem pengawetan hiu di kapal nelayan.

Acara yang berlangsung satu hari ini akan dilanjutkan dengan menyusun dsn membahas draft RAPP Hiu dan Pari dengan melibatkan lebih banyak lagi para pemangku kepentingan. Seluruh peserta konsultasi publik berharap agar kelanjutan dari acara ini dapat diwujudkan dalam waktu yang tidak lama lagi. (Yd)