Rektor Universitas 45 Mataram Pimpin Diskusi Ekonomi di FISIP Unair

74

Seringnya terjadi bencana alam, yang baru-baru ini menjangkiti Indonesia, telah menyebabkan tidak hanya konsekuensi material seperti kerusakan infrastruktur dan tidak tersedianya layanan publik di daerah-daerah yang terkena dampak bencana, tetapi juga implikasi ekonomi, sosial, dan politik terhadap ini. daerah yang terkena dampak yang perlu ditangani. Implikasi ini termasuk dampak sosial dan psikologis pasca bencana yang dihadapi oleh anak-anak di daerah yang terkena bencana.

Termotivasi oleh keprihatinan kemanusiaan dan perlunya solusi kolektif untuk Indonesia dalam mengatasi kemungkinan bencana alam di masa depan, Arek Lintang (ALIT) bekerja sama dengan FISIP Universitas Airlangga bersama dengan beberapa universitas lain di Surabaya dalam memulai diskusi kelompok terfokus tentang kemungkinan kebijakan untuk dibuat mengenai perlindungan anak-anak pada saat bencana. Diskusi kelompok terfokus didasarkan pada kenyataan bahwa kebijakan perlindungan anak yang ada telah terbukti tidak mampu memberikan solusi yang efektif untuk anak-anak dalam situasi pasca bencana.

Hasil diskusi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pembuatan kebijakan baru yang mampu melindungi anak-anak pada saat bencana. Diskusi yang diadakan kemarin di Ruang Adi Sukadana, Gedung A FISIP Unair, telah mengundang sejumlah koresponden politik, yuridis, sosiologis, ekonomi, historis, dan pendidikan mengenai perlindungan anak-anak dalam situasi pascabencana. Dalam diskusi empiris, Yuli dari organisasi JFI memberikan penjelasan lebih lanjut tentang implikasi kesehatan, pendidikan, dan sosial ekonomi yang dihadapi oleh anak-anak pada saat bencana.

Diskusi kemudian dilanjutkan oleh Prof. Budi Prasetyo, dosen FISIP Unair, yang menjelaskan bagaimana pemerintah dan masyarakat telah berkontribusi, dan langkah selanjutnya apa yang harus dilakukan dalam menanggapi masalah ini.

Diskusi ekonomi kemudian dipimpin oleh Dr. Ir. Evron Asrial, M.Si, dosen dari Universitas 45 Mataram, sedangkan diskusi pendidikan dipimpin oleh Abdul Kadir.