Tingkatkan Kualitas Artikel Ilmiah, Ristek/BRIN Menyelenggarakan Klinik Penulisan Artikel Ilmiah Internasional

Kuantitas publikasi internasional sudah meningkat secara baik, namun secara kualitas belum. Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) bekerjasama dengan Universitas 45 Mataram menyelenggarakan Klinik Penulisan Artikel Ilmiah Internasional. Klinik penulisan artikel ini merupakan upaya kami untuk mendorong kuantitas dan kualitas artikel ilmiah internasional.

Hal itu disampaikan Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Publikasi Ilmiah, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Ristek/BRIN – Hanief Arief dalam Klinik Penulisan Artikel Ilmiah Internasional Wilayah Nusa Tenggara di Hotel Aston Inn Mataram, Mataram, Rabu (4/12) siang.

“Jumlah publikasi yang ada saat ini masih terpusat di Pulau Jawa. Diharapkan kedepannya jumlah publikasi di Luar Pulau Jawa meningkat sehingga perbedaan jumlahnya tidak terlalu jauh dengan publikasi yang dihasilkan di Pulau Jawa, sehingga terjadi pemerataan.” Ujar Hanief.

Rektor Universitas 45 Mataram – Evron Asrial menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk membantu Bapak/Ibu agar artikelnya dapat segera submit di jurnal internasional. Artikel yang ditulis akan diberi masukan dan dinilai oleh para fasilitator sehingga artikel yang ditulis layak untuk publish di jurnal internasional.

Pada kesempatan yang sama, Pakar Publikasi Ilmiah – Sadjuga menjelaskan bahwa di samping agar artikelnya publish di jurnal internasional, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan menulis di Indonesia.

“Menurut Global Competitiveness Index WEF 2018-2019, Daya Saing Indonesia berada di peringkat 50 dunia dengan nilai 65 dari 100. WEF menggunakan 12 pilar dalam melakukan penilaian. Pilar Inovasi memiliki peringkat yang rendah di 74 dengan nilai 38 dari 100, sedangkan pilar pasar kita sangat tinggi yaitu peringkat 7 dengan nilai 82 dari 100.” Ujar Sadjuga.

“Di dalam pilar inovasi, terdapat beberapa pilar. Pilar publikasi berada di peringkat 56, paten di peringkat 101, sedangkan R&D expenditures % GDP berada di peringkat 116.” Lanjut Sadjuga.

Sadjuga menegaskan bahwa kualitas artikel ilmiah dipengaruhi oleh kemampuan individu dan dukungan lembaga. Kemampuan individu diantaranya kepekaan penulis, state of the art information, gagasan tertulis, kemampuan berbahasa Inggris, kemampuan membangun jaringan, dan pendanaan. Sedangkan dukungan lembaga dapat dilakukan melalui pendanaan penelitian, sistem penghargaan, dan waktu penelitian.

“Ristek/BRIN memiliki beberapa program fasilitasi publikasi ilmiah, diantaranya insentif artikel, pelatihan penulisan artikel, penyelenggaraan konferensi internasional, pemberian bantuan untuk mengikuti konferensi internasional di luar negeri.” Ujar Sadjuga.

“Di samping klinik atau pelatihan secara langsung seperti yang dilakukan hari ini, Ristek/BRIN juga memberikan fasilitasi berupa pelatihan daring melalui program Id-Menulis. Program Id-Menulis merupakan program klinik artikel ilmiah online secara masif, karena semua dosen dan peneliti dapat memakai aplikasinya di seluruh Indonesia.” Tutup Sadjuga.

Klinik ini dihadiri oleh 45 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Tahun ini, Ristek/BRIN menyelenggarakan Klinik Penulisan Artikel Ilmiah Internasional di 10 kota yang tersebar di Indonesia.

Source: Bagian Hukum, Kerjasama, dan Layanan Informasi
Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan